8 Hal Wajib Saat Bawa Balita Naik Pesawat Ilustrasi: bepergian dengan pesawat terbang (Foto: kriopigibeach.gr)

Dalam waktu dekat mungkin Sahabat Merahputih akan membawa balita naik pesawat. Hal ini menjadi tantangan buat ibu muda yang baru pertama kali mengajak buah hatinya bepergian dengan pesawat. Sederet kekhawatiran pasti muncul.

Kekhawatiran terbesar ialah bayi rewel dan menangis terus menerus atau sakit selama di perjalanan. Pengalaman pertama memang selalu menegangkan. Itu wajar. Namun, Sahabat Merahputih dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dengan cara berikut ini.

Naik pesawat bersama buah hati (Foto: bravainthesun.com)

1. Konsultasi dengan dokter anak

Anda mungkin sering mendapat tips ini. Meski terkesan membosankan, tetapi mampu mengurangi kekhawatiran Sahabat Merahputih. Maka, jangan lupa untuk memeriksakan kondisi kesehatan balita sebelum bepergian jauh. Jika dokter ternyata tidak mengizinkan, Anda sebaiknya tidak usah membawa buah hati naik pesawat.

2. Siapkan kapas atau penutup telinga

Tips ini biasanya diberikan oleh dokter anak kepada para orangtua yang akan mengajak bayinya naik pesawat. Tekanan udara ketika pesawat take off dan landing dapat menyebabkan telinga buah hati Anda sakit. Untuk menghindari gangguan tersebut, dokter umumnya menyarankan orangtua menutup lubang telinga balita dengan kapas.

3. Duduk di sisi lorong

Saat si kecil rewel, Sahabat Merahputih dapat mengajaknya berjalan-jalan di lorong agar ia tenang. Agar gampang keluar masuk dan tidak mengganggu penumpang lain, Anda sebaiknya memilih tempat duduk di sisi lorong. Alternatif lain ialah pilih tempat duduk di bagian depan kabin supaya Sahabat Merahputih memiliki lebih banyak ruang untuk kaki sehingga bisa duduk dengan nyaman. Selain itu, bayi Anda juga tidak terganggu oleh suara bising dari mesin pesawat.

4. Jaga kesehatan

Bayi mudah tertular airborne infection (infeksi melalui udara), seperti flu dan batuk. Maka, penting bagi Sahabat Merahputih untuk menjaga kesehatan diri supaya si kecil tidak tertular. Bila bayi mendadak sakit menjelang keberangkatan, Anda sebaiknya menunda perjalanan.

5. Tunggu pesawat di area "No Smoking"

Sahabat Merahputih disarankan agar tiba di bandara setidaknya dua jam sebelum check in. Dengan begitu, Anda tidak perlu tergesa-gesa akibat panik karena khawatir ketinggalan pesawat. Namun, tiba lebih awal berarti Sahabat Merahputih harus menunggu lebih lama di bandara. Untuk mengantisipasi buah hati mendadak sakit akibat terpapar asap rokok dari penumpang lain yang sama-sama sedang menunggu keberangkatan pesawat, Anda sebaiknya menunggu di area No Smoking. Sambil menunggu pesawat berangkat, ajak balita bermain agar ia merasa lelah, lalu tertidur selama di perjalanan.

6. Bawa ransel

Hanya bepergian berdua dengan bayi akan merepotkan bila Anda harus menggendongnya sambil menjinjing tas. Kurangi kerepotan tersebut dengan membawa ransel. Dengan demikian, kedua tangan Sahabat Merahputih dapat bebas bergerak mengurus bayi. Jangan lupa, batasi pula isi dan berat tas. Kemudian, masukkan persediaan baju, selimut bayi, sweater, dan susu di ransel yang akan ditaruh di kabin. Barang-barang tersebut dapat membantu bayi mengatasi rasa dingin akibat suhu AC yang terlampau rendah. Masukkan pula popok sekali pakai dan tisu basah dalam ransel untuk berjaga-jaga apabila terjadi penundaan atau keterlambatan penerbangan.

7. Susui bayi saat lepas landas dan mendarat

Sahabat Merahputih hanya bisa membawa cairan sebanyak 100 ml ke dalam pesawat. Aturan ini berlaku pula untuk susu formula dan ASI yang disimpan di dalam botol susu. Dengan stok susu bayi yang tidak banyak, Sahabat Merahputih dapat menyiasatinya dengan memberi bayi susu ketika pesawat akan lepas landas dan mendarat. Pemberian susu pada waktu-waktu tersebut berguna pula untuk mencegah sakit telinga pada bayi akibat perubahan tekanan udara.

8. Turun belakangan

Ketika bepergian sendiri, Sahabat Merahputih mungkin biasa turun terburu-buru ketika pesawat sudah tiba di tujuan. Nah, ketika membawa balita, Anda harus bersabar untuk tidak turun duluan. Turunlah setelah penumpang yang ada di depan Anda turun agar tidak berdesak-desakan.

Selain artikel ini, Anda juga bisa membaca artikel lainnya tentang tips bepergian bagi ibu: Aman Melancong Saat Hamil.



Rina Garmina

YOU MAY ALSO LIKE