5 Periode Perkembangan Arsitektur Indonesia Candi Prambanan, salah satu bagian dari perkembangan arsitektur di Indonesia (Foto : Wikipedia)

Hai, Sahabat Merahputih, tahukah bahwa tanggal 18 Maret diperingati sebagai Hari Arsitektur Indonesia? Nah, arsitektur sendiri berarti seni dan ilmu merancang serta membuat konstruksi, baik itu bangunan, konstruksi, jembatan, dan lain sebagainya.

Hasil karya para arsitektur dari masa ke masa, merupakan sebuah karya besar yang mencerminkan sebuah peradaban. Karya besar arsitektur ini juga sebuah maha karya yang adiluhung, dan menjadi saksi sejarah suatu bangsa.

Di Indonesia sendiri, secara garis besar perkembangan arsitektur dibagi menjadi lima periode. Berikut merahputih.com merangkum lima periode perkembangan arsitektur di Indonesia.

1. Arsitektur Vernakular (Tradisional)

Rumah Adat Tana Toraja sebagai salah satu bentuk arsitektur vernakular (Foto: www.pinterest.com)

Arsitektur vernakular ini tumbuh dan berasal dari rakyat suatu daerah, yang juga merupakan identitas dari setiap daerahnya. Karena, gaya bangunan yang tercermin menggambarkan tradisi dari daerah tersebut. Indonesia merupakan negeri yang kaya etnisnya, sehingga memiliki berbagai bangunan dengan gaya arsitektur vernakular yang berbeda-beda. Yang di antaranya adalah rumah adat Tana Toraja, Rumah Joglo, Rumah Gadang dan lain sebagainya.

2. Arsitektur Zaman Hindu-Buddha

Candi Borobudur di Jawa Tengah merupakan bentuk Arsitektur Zaman Hindu-Buddha (Foto : www.smailingexpress.com)

Salah satu bentuk arsitektur candi, yaitu bangunan keagamaan atau tempat ibadah peninggalan masa lalu yang berasal dari zaman Hindu-Buddha. Keindahan candi nampak pada arsitektur, relief, serta arcanya, dan pesan yang disapaikan erat dengan spiritualitas, kreatifitas, dan keterampilan para pembangun candinya. Arsitektur candi yang paling terkenal adalah Candi Borobudur, yang terletak di wilayah Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur juga merupakan satu dari tujuh keajaiban dunia.

3. Arsitektur Zaman Islam

Menara Kudus di Jawa Tengah yang bangunannya serupa candi (Foto : www.wikimedia.org)

Masjid-masjid kuno memiliki ciri khas yang sangat terkait dengan daerah tempat masjid itu berada. Misalnya saja Menara Kudus yang mirip dengan bangunan kerajaan Majapahit. Atau juga masjid di beberapa daerah lain yang bentuknya mirip dengan unsur bangunan zaman Hindu-Buddha.

4. Arsitektur Kolonial

Salah satu gereja dengan bentuk arsitektur dengan ciri khas kolonial (Foto : www.kaskus.com)

Bangunan dengan arsitektur ini berkembang pada saat Indonesia dijajah Belanda selama tiga setengah abad. Arsitektur kolonial mengarah pada gaya Belanda yang dibangun oleh pemerintah penjajah masa itu. Selama beberapa abad tersebut, gaya arsitektur pun ikut berkembang. Mulai dari khas Prancis karena pemimpinnya kala itu merupakan mantan pimpinan Napoleon, sampai seni kaca, dan juga tren modern Belanda yang disesuaikan iklim tropis Indonesia.

5. Arsitektur Kontemporer

Rumah minimalis merupakan salah satu ciri khas arsitektur kontemporer Indonesia masa kini (Foto : www.pinterest.com)

Pasca kemerdekaan sampai sekarang, arsitektur terus berkembang menjadi arsitektur kontemorer. Awal masa kemerdekaan, bangunan-bangunan yang muncul masih berkualitas rendah karena perkembangan ekonominya masih belum kuat. Lambat laun, orang-orang banyak pula yang menggunakan arsitektur pribadi untuk mendesain rumah mereka sesuai keinginan. Sekarang, secara umum di Indonesia tren arsitektur terbagi dua kutub, minimalis dan maksimalis (klasik).



Irene Gianov

YOU MAY ALSO LIKE