5 Kisah Mengharukan Aktivis Buruh Sebastian Manuputty
Anggota polisi memeriksa jenazah seorang buruh yang jatuh dari atap stadion Gelora Bung Karno di Jakarta, Jumat (1/5). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
MerahPutih Megapolitan - Kasus tewasnya aktivis buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sebastian Manuputty hingga kini masih terus menjadi pembicaraan luas di khalayak ramai. Aktivis buruh itu nekat membakar dirinya sendiri dengan menggunakan bensin yang diduga kuat diambil dari tanki motornya sendiri pada perayaan Hari Buruh (1/5) di Gelora Bung Karno (GBK).
Saat ribuan buruh sedang tumpah ruah menggelar aksi unjuk rasa, Sebastian jatuh dari atap GBK dengan kondisi tubuh terbakar. Dalam seketika Sebastian langsung menyita perhatian publik. Sebastian juga dikenal sebagai seorang aktivis. Ditempat ia bekerja di PT. Tirta Alam, sebuah produsen minuman Ale Ale, Sebastian sedang membela dan menangani kasus kecelakaan kerja yang dialami rekannya.
Dimata keluarga Sebastian adalah sosok pria yang dinilai bertanggungjawab, ia sayang kepada istri, ibu dan keluarganya. Sebelum tewas Sebastian menyempatkan diri mengantar ibunya pulang kerumah. Sebelum tewas Sebastian juga mengirimkan pesan terakhir kepada istrinya. Setidaknya ada 5 kisah mengharukan terkait tewasnya buruh berusia 32 tahun tersebut. Apa saja kisahnya? Penasaran? simak ulasannya.
Bagikan
Bahaudin Marcopolo
Berita Terkait
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
Ada Demo Buruh Tolak UMP Jakarta 2026 Hari ini, Polisi Jamin tak Ada Penutupan Jalan
UMP 2026 Terancam Anjlok, Legislator PDIP Tagih Janji Hidup Layak Sesuai Konstitusi
KSPI Batalkan Aksi Buruh 24 November, Tunggu Keputusan Upah Minimum 2026
Antisipasi Demo Buruh, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta
Aksi Buruh Siap Geruduk Istana dan DPR, Kenaikan Upah Rp 90 Ribu Dinilai Terlalu Rendah
Kawasan Monas Macet Total, Buruh Tuntut UMP Naik Jadi Rp 6 Juta di Balai Kota
Hampir 2.000 Porsonel Kawal Demo di Monas, Orator Buruh Ingat-Ingat Pesan Kapolres!