5 Dongeng Terbaik Sepanjang Masa Dongeng Bawang Merah Bawang Putih (MP/Arie P)

Pada hari ini, 20 Maret 2017 menjadi peringatan Hari Dongeng Sedunia.

Peringatan Hari Dongeng Sedunia dimulai pada tahun 1991-1992 oleh para pendongeng di Swedia dengan nama 'All Storytellers Day' Kemudian pada tahun 1997 diadakan 'Celebration of Story' selama lima minggu untuk memperingati tanggal 20 Maret sebagai Hari Dongeng Sedunia.

Di zaman yang serba digital dan modern seperti sekarang ini, kebanyakan anak-anak sudah jarang sekali mau mendengarkan cerita dongeng. Mereka lebih memilih untuk asik bermain game dengan gedget-nya daripada menyimak cerita dongeng dari guru atau orangtuanya. Padahal mendongeng juga bisa menjadi pengaruh besar untuk menentukan sikap anak setelah dewasa nanti.

Dalam rangka menyambut Hari Dongeng Sedunia pada 20 Maret mendatang, kita ulas lagi beberapa cerita-cerita dongeng terbaik sepanjang masa yang bisa menjadi inspirasi untuk Anda para orangtua yang mungkin saja lupa.

Ternyata banyak loh cerita dongeng menarik dan juga bisa mendidik serta berguna untuk menentukan perkembangan masa depan buah hati Anda dalam bersikap.

Berikut ini cerita dongeng terbaik sepanjang masa yang sangat menginspirasi.

1. Jaka Tarub dan 7 Bidadari

Dongeng Jaka Tarub dan 7 Bidadari berkisah tentang seorang janda bernama Mbok Randha Tarub. Sejak suaminya meninggal dunia, Mbok Randha mengangkat seorang bocah laki-laki sebagai anaknya yang diberi nama Jaka Tarub.

Beranjak dewasa Jaka Tarub yang bocah tumbuh menjadi pria yang tampan dengan tingkah lakunya yang sopan santun. Berkat ketampanan dan sikapnya yang baik, banyak gadis-gadis di desanya yang jatuh hati dan ingin menjadi istrinya.

Namun, Jaka Tarub menolak mereka karena ia belum ingin menikah dan masih ingin berbakti pada wanita yang telah membesarkannya, yakni Mbok Randha yang telah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri. Baca kelanjutan ceritanya di sini: Dongeng Jaka Tarub Dan 7 Bidadari Yang Melegenda.

2. Bawang Merah Bawang Putih

Dalam dongeng ini dikisahkan seorang gadis bernama Bawang Putih yang baik hati harus mengalami kesedihan karena orangtuanya meninggal dunia, dan dia terpaksa tinggal bersama ibu dan kakak tirinya bernama Bawang Merah.

Tidak seperti bawang putih yang baik hati, ibu dan kakak tirinya justru memiliki sifat yang jahat, serakah dan selalu menyiksa bawang putih. Selama tinggal bersama ibu dan kakak tirinya, bawang putih kerap diperlakukan seperti seorang pembantu yang harus mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga, dari terbit hingga terbenamnya matahari.

Sampai suatu hari bawang putih melakukan kesalahan dengan menghilangkan selendang milik ibu tirinya. Lalu seperti apa kelanjutannya baca di sini: Pesan Moral Dongeng Bawang Merah Bawang Putih.

3. Kancil dan Buaya

Dongeng kancil dan buaya ini bercerita tentang seekor kancil yang cerdik bersama puluhan ekor buaya.

Cerita kancil dan buaya ini sendiri berawal dari ketika suatu hari Kancil sedang berjalan-jalan ke hutan. Karena merasa haus, kancil pun mencari sungai untuk minum.

Ketika sedang minum, kancil melihat di seberang sungai terdapat banyak pohon ketimun, buah yang sangat digemarinya. Baca kelanjutan cerintanya di sini: Belajar Falsafah Hidup Dari Cerita Dongeng Kancil Dan Buaya.

4. Sangkuriang

Dongeng Sangkuriang yang cukup melegenda ini, meninggalkan jejak petilasan yang masih ada hingga sekarang yakni salah satu tempat wisata di Jawa Barat yang ramai dikunjungi oleh para wisatan ketika hari libur.

Sangkuriang berkisah tentang wanita bernama Dayang Sumbi yang hidupnya terasing di sebuah hutan bersama seekor anjing bernama Tumang. Awalnya Dayang Sumbi adalah seorang putri raja yang tinggal di Istana bersama ayahnya yang bernama Raja Sumbing Perbangkara.

Namun karena kecantikannya yang sangat termasyhur, ia menjadi rebutan raja-raja dari berbagai penjuru negeri. Kecantikannya ini juga sempat menumbulkan kekacauan, karena terjadi perang antara raja-raja yang memperebutkan Dayang Sumbi.

Mengetahui hal ini Dayang Sumbi akhirnya meminta izin ayahnya untuk mengasingkan diri dari istana agar tak lagi terjadi peperangan untuk memperebutkan dirinya. Sang ayah kemudian mengizinkannya dan memberikan Tumang si anjing pemburu sebagai penjaga. Lalu, pergilah Dayang Sumbi mengasingkan diri jauh ke dalam hutan bersama Tumang si anjing. Baca kelanjutan ceritanya di sini: Sangkuriang: Kisah Cinta Terlarang Yang Melegenda.

5. Malin Kundang

Kisah ini bermula ketika suatu hari Malin Kundang bersama ibunya ditinggal melaut oleh ayahnya. Namun, sejak meminta izin melaut untuk mencari nafkah, Ayah Malin tidak kunjung pulang. Hingga akhirnya, sang ibu harus berusaha mencari nafkah sendiri untuk menghidupi anak semata wayangnya.

Malin merupakan anak yang pandai, meski ia sedikit nakal. Ia senang mengejar ayam dan memukul ayam dengan sapu. Hingga pada suatu ketika ia jatuh ketika mengejar ayam dan terdapat luka di lengannya yang tidak bisa hilang.

Ketika beranjak dewasa, Malin merasa sedih melihat ibuya bekerja keras sendirian. Ia merasa kasihan dan akhirnya memutuskan untuk mencari nafkah merantau ke negeri seberang dan berharap pulang nanti ke kampung halamannya ia bisa menjadi orang kaya raya. Baca kelanjutan ceritanya di sini: Dongeng Malin Kundang: Petuah Rakyat Minang Yang Mulai Meredup.



Selvi Purwanti

YOU MAY ALSO LIKE