4 Hal dalam Memilih Travel Pillow Traveling (Foto: heartofavagabond.com)

Liburan memang dapat menyegarkan pikiran, tetapi perjalanan jauh seringkali menyisakan rasa pegal pada leher. Sahabat Merahputih pasti pernah mengalaminya saat bepergian menggunakan mobil, kereta api, atau pesawat selama berjam-jam. Leher pegal ini bisa disebabkan oleh posisi tidur yang salah ataupun postur duduk yang buruk.

Salah satu cara yang tepat untuk mengurangi rasa pegal adalah dengan menggunakan travel pillow atau bantal untuk bepergian selama duduk di kendaraan. Travel pillow didesain untuk memberi kenyamanan bagi para traveler, terutama saat tidur di kendaraan dalam posisi yang tidak biasa. Bantal ini akan menopang kepala agar diam di satu sisi sehingga membuat Sahabat Merahputih tertidur pulas dengan posisi duduk tanpa perlu merasa pegal pada bagian leher.

Beragam jenis travel pillow ditawarkan di pasaran. Untuk mengetahui perbedaannya, perhatikan hal-hal berikut sebelum Anda membeli travel pillow yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

1. Bentuk

J-Pillow (Foto: quietwanderings.com)

Bentuk yang paling umum adalah menyerupai huruf "U" dan "J". Bantal berbentuk huruf "U" dapat bekerja dengan baik menjaga kepala tetap berada pada satu sisi. Meski begitu, kepala Sahabat Merahputih masih berpotensi terjatuh ke samping. Sementara bantal yang menyerupai huruf "J" bisa menopang dagu dan kepala dengan baik sehingga kepala Sahabat Merahputih tidak akan terjatuh ke samping atau depan. Selain itu, travel pillow juga dapat digunakan untuk mengurangi risiko nyeri punggung. Sahabat Merahputih dapat menjumpainya pada bantal model wedge-shape dan cylinder-shaped.

2. Ukuran

Bantal berukuran standar (Foto: DHgate.com)

Memilih ukuran bantal yang tepat dapat memicu dilema. Bantal berukuran kecil akan memudahkan Sahabat Merahputih saat bepergian menggunakan moda transportasi umum seperti pesawat atau kereta api. Bantal berukuran besar lebih nyaman digunakan, namun cukup merepotkan saat membawanya bepergian, sehingga lebih cocok digunakan saat bepergian menggunakan kendaraan pribadi.

Untuk bantal ukuran besar, Sahabat Merahputih juga dapat memilih travel pillow yang bisa dipompa agar tidak menghabiskan ruang ketika sedang tidak digunakan. Bantal model "U" merupakan contoh bantal yang paling sesuai untuk dibawa saat menggunakan pesawat. Bantal berbentuk "U" untuk dewasa biasanya memiliki panjang 10 inci, lebar 12 inci, tinggi 3-5 inci, dan berat 8 ons. Sementara bantal untuk anak-anak mempunyai ukuran yang lebih kecil, yakni 9 inci x 9 inci x 3 inci dengan bobot hanya 5 ons.

3. Material pengisi bantal

Bantal berisi memory foam (Foto: posturedepot.com)

Material pengisi bantal juga penting diketahui Sahabat Merahputih. Bahan-bahan yang biasa digunakan adalah memory foam, serat polyester, atau udara. Bantal berisi memory foam mampu menjalankan tugasnya dengan baik untuk menopang leher, bahu, dan kepala. Serat polyester unggul karena awet, namun saat digunakan tidak senyaman memory foam. Terakhir, bantal berisi udara, merupakan pilihan tepat karena tingkat kekerasannya dapat disesuaikan. Bantal berisi udara cocok untuk Sahabat Merahputih yang akan melakukan perjalanan jauh.

4. Fitur tambahan

Bantal Pintar
Bantal pintar (Foto: kickstarter.com)

Selain fitur standar, sejumlah produsen menawarkan pula berbagai fitur tambahan. Mulai dari bantal antibakteri hingga bantal pintar yang didukung aplikasi yang dapat memberi informasi mengenai posisi duduk yang tepat saat menggunakan travel pillow. Pilihan tetap ada di tangan Sahabat Merahputih. Mau bantal yang hanya menyediakan fungsi utama yang standar atau bantal yang canggih agar dapat mendukung gaya hidup modern Sahabat Merahputih?

Selain artikel ini, Sahabat Merahputih juga dapat membaca tips traveling dari public figure Fauzi Baadila di Tips Fauzi Baadila Saat Traveling Ke Berbagai Tempat.


Tags Artikel Ini

Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH