4 Cara Alami Menghilangkan Kantung Mata

Widi HatmokoWidi Hatmoko - Sabtu, 31 Januari 2015
4 Cara Alami Menghilangkan Kantung Mata

kurang tidur dapat menimbulkan mata panda. Sumber Foto: istimewa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Kesehatan - Kantung mata atau mata panda dapat membuat kepercayaan diri seseorang berkurang khususnya bagi perempuan. Mata panda sangat mempengaruhi penampilan, kita terlihat seperti orang yang kelelahan.

Penyebab utama adanya mata panda adalah umur dan kurangnya waktu tidur. Selain itu, make up yang berlebihan, paparan sinar matahari serta faktor keturunan juga dapat menimbulkan mata panda.

Tapi jangan khawatir, mata panda dapat dihilangkan dengan beberapa cara dan menggunakan bahan alami. Berikut cara alami menghilangkan mata panda:

1. Mentimun


Timun dipotong berbentuk bulat lalu letakkan di kedua mata hingga mengenai kantung mata. Mengapa timun? Karena kandungan air dalam timun bersifat dingin. Timun juga mengandung vitamain E, zat holitos dan zat vocunis sativum yang mampu memperlambat penuaan, mengurangi keriput serta mengencangkan kulit sekitar mata.

2. Es batu


Anda dapat mengompres mata dengan es batu selama lebih kurang 10 menit. Dinginnya es batu paling tidak akan melembabkan mata dan mengurangi kantung mata.

3. Teh celup bekas atau ampas teh


Teh celup bekas ini ternyata mempunyai khasiat untuk menghilangkan mata panda. Teh celup bekas ini mengandung zat tannin, yang mampu menyempitkan pembuluh darah dan mengencangkan kulit sekita mata. Teh celup bekas direndam ke air dinging lalu kompreskan ke mata anda. Agar lebih efektif lakukan selama 10 sampai 15 menit.

4. Tidur yang cukup


Terlalu sering begadang atau kurang tidur dapat menimbulkan mata panda. Maka beristirahatlah atau tidur yang cukup sehari 7-8 hari. Karena tidur dengan durasi yang normal dapat menghilangkan mata panda.

#Kesehatan #Kantung Mata #Mata Panda
Bagikan
Ditulis Oleh

Widi Hatmoko

Menjadi “sesuatu” itu tidak pernah ditentukan dari apa yang Kita sandang saat ini, tetapi diputuskan oleh seberapa banyak Kita berbuat untuk diri Kita dan orang-orang di sekitar Kita.

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan