1 Tewas, 2 Luka-luka dalam Penembakan di Paris Jelang Pilpres Polisi berjaga-jaga pascaancaman teror. (REUTERS/ANTARA/Benoit Tessier)

Satu polisi tewas sementara dua mengalami luka-luka dalam penembakan di Paris, Prancis pada Kamis (20/4) malam waktu setempat. Dalam peristiwa itu, si penembak, Karim Cheurfi, 39, turut tewas.

Penembakan terjadi di pusat perbelanjaan Champs-Elysees hanya beberapa hari menjelang pelaksanaan pemilihan presiden Prancis.

Seorang saksi mata mengatakan bahwa seorang pria keluar dari satu mobil di tempat kejadian dan mulai memuntahkan peluru dari senapan mesin, seperti dikutip dari Reuters.

Seorang sumber di kepolisian mengatakan tembakan juga terjadi di lokasi lainnya di dekat tempat insiden.

Polisi menggeledah kediaman Karim Cheurfi di Chelles. Dalam upaya penggeledahan itu sempat terjadi tembak menembak antara pasukan kontra-teroris dengan penghuni di rumah Cheurfi. Kontak senjata berakhir diikuti penahanan tiga orang.

Karim Cheurfi pernah ditahan terkait percobaan pembunuhan, dengan menembak dua anggota polisi. Ia beberapa kali ditahan.

Sementara itu, pemerintah Indonesia mengecam peristiwa penembakan tersebut. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) mengimbau kepada para warga negara Indonesia (WNI) di Paris untuk waspada pasca-peristiwa serangan penembakan di kota tersebut.

"Semua WNI di Paris harus berhati-hati karena serangan teror ini bisa terjadi di mana saja. KBRI Paris juga menyampaikan kepada WNI di Paris untuk sementara ini menghindari tempat kejadian sesuai perintah dari otoritas setempat," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir di Jakarta, Jumat (21/4).

sampai sejauh ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangan penembakan yang terjadi di Paris.

"Berdasarkan informasi yang kami terima dari KBRI di Paris sampai saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban," ujarnya.

Sumber: REUTERS/ANTARA



Luhung Sapto

YOU MAY ALSO LIKE